Terbaru di Persma http://persma.com/ Artikel terbaru di Persma id Sat, 31 Jul 2010 00:00:00 GMT Sun, 1 Aug 2010 10:43:21 GMT http://persma.com/rss/berita.xml Persma info@persma.com info@persma.com 10 Formalisme yang Merenggut Kemerdekaan http://persma.com/baca/2010/07/31/formalisme-yang-merenggut-kemerdekaan.html   <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di: <a href="http://persma.com/baca/2010/07/31/formalisme-yang-merenggut-kemerdekaan.html">http://persma.com/baca/2010/07/31/formalisme-yang-merenggut-kemerdekaan.html</a> Prayudha Magriby Klinik http://persma.com/baca/2010/07/31/formalisme-yang-merenggut-kemerdekaan.html#artikel Sat, 31 Jul 2010 22:54:11 GMT http://persma.com/baca/2010/07/31/formalisme-yang-merenggut-kemerdekaan.html#artikel Rumitnya Kehidupan TKW http://persma.com/baca/2010/07/30/rumitnya-kehidupan-tkw.html Sekar harus merelakan tubuhnya dijual, ia melacur di Wan cai kawasan yang terkenal dengan kehidupan malamnya. Perjuangan untuk setidaknya dapat bertahan hidup di Hong Kong dan melunasi hutangnya dengan melacur membuat ia frustasi setengah mati. <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di: <a href="http://persma.com/baca/2010/07/30/rumitnya-kehidupan-tkw.html">http://persma.com/baca/2010/07/30/rumitnya-kehidupan-tkw.html</a> yogiejoel OOT http://persma.com/baca/2010/07/30/rumitnya-kehidupan-tkw.html#artikel Fri, 30 Jul 2010 01:36:02 GMT http://persma.com/baca/2010/07/30/rumitnya-kehidupan-tkw.html#artikel Naar Batavia Voor Studie (bagian I) http://persma.com/baca/2010/07/29/naar-batavia-voor-studie-bagian-i.html jalan jalan <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di: <a href="http://persma.com/baca/2010/07/29/naar-batavia-voor-studie-bagian-i.html">http://persma.com/baca/2010/07/29/naar-batavia-voor-studie-bagian-i.html</a> dhani saja cukup Laporan http://persma.com/baca/2010/07/29/naar-batavia-voor-studie-bagian-i.html#artikel Thu, 29 Jul 2010 17:59:48 GMT http://persma.com/baca/2010/07/29/naar-batavia-voor-studie-bagian-i.html#artikel Oknum kriminal, LPM Teropong terancam dibredel http://persma.com/baca/2010/07/29/oknum-kriminal-lpm-teropong-terancam-dibredel.html Tepatnya tanggal 6 juli 2010, Kahar M. Maulana mendatangi kos titus, kira-kira pukul 18.30 WIB. Dengan wajah memerah dan mata membengkak, Ia (arga) mengajak titus berbincang “ada perlu penting” ujarnya. Dalam perbincangan tersebut, Ia menceritakan permasalahan berkaitan dengan pemalsuan dokumen yang dilakukaknnya untuk mengambil uang di bagian keuangan APMD. <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di: <a href="http://persma.com/baca/2010/07/29/oknum-kriminal-lpm-teropong-terancam-dibredel.html">http://persma.com/baca/2010/07/29/oknum-kriminal-lpm-teropong-terancam-dibredel.html</a> titus ray Pengalaman http://persma.com/baca/2010/07/29/oknum-kriminal-lpm-teropong-terancam-dibredel.html#artikel Thu, 29 Jul 2010 14:58:26 GMT http://persma.com/baca/2010/07/29/oknum-kriminal-lpm-teropong-terancam-dibredel.html#artikel selamat jalan bang ipul "wartawan idealis sampe akhir hidupnya", semoga kami disini se-idealis pian bang ae.. http://persma.com/baca/2010/07/27/selamat-jalan-bang-ipul-wartawan-idealis-sampe-akhir-hidupnya-semoga-kami-disini-se-idealis-pian-bang-ae.html Tulisn singkat ini hanya mengingatkan kita sebagai persma apakah sudah berjalan ditempat kita, apakah sudah idealis, jangan setengah-tengah kawan, kita sudah tercebur, sudah basah. Tetap dan belajar terus idealis dimana dan kapan pun. <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di: <a href="http://persma.com/baca/2010/07/27/selamat-jalan-bang-ipul-wartawan-idealis-sampe-akhir-hidupnya-semoga-kami-disini-se-idealis-pian-bang-ae.html">http://persma.com/baca/2010/07/27/selamat-jalan-bang-ipul-wartawan-idealis-sampe-akhir-hidupnya-semoga-kami-disini-se-idealis-pian-bang-ae.html</a> m2t Pengalaman http://persma.com/baca/2010/07/27/selamat-jalan-bang-ipul-wartawan-idealis-sampe-akhir-hidupnya-semoga-kami-disini-se-idealis-pian-bang-ae.html#artikel Tue, 27 Jul 2010 06:29:09 GMT http://persma.com/baca/2010/07/27/selamat-jalan-bang-ipul-wartawan-idealis-sampe-akhir-hidupnya-semoga-kami-disini-se-idealis-pian-bang-ae.html#artikel Ini Tulisan M Syaifullah Mengkritisi Lingkungan Hidup http://persma.com/baca/2010/07/27/ini-tulisan-m-syaifullah-mengkritisi-lingkungan-hidup.html Wartawan Kompas Meninggal "diduga setelah menkritisi lingkungan di Kalimantan Selatan" <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di: <a href="http://persma.com/baca/2010/07/27/ini-tulisan-m-syaifullah-mengkritisi-lingkungan-hidup.html">http://persma.com/baca/2010/07/27/ini-tulisan-m-syaifullah-mengkritisi-lingkungan-hidup.html</a> m2t Laporan http://persma.com/baca/2010/07/27/ini-tulisan-m-syaifullah-mengkritisi-lingkungan-hidup.html#artikel Tue, 27 Jul 2010 05:19:46 GMT http://persma.com/baca/2010/07/27/ini-tulisan-m-syaifullah-mengkritisi-lingkungan-hidup.html#artikel Tanah Bumbu Banjir Lagi, Berhentilah Menyalahkan Tuhan http://persma.com/baca/2010/07/27/tanah-bumbu-banjir-lagi-berhentilah-menyalahkan-tuhan.html Banjir Lagi, Berhentilah Menyalahkan Tuhan” Bencana demi bencana yang setiap tahun melanda Kalimantan Selatan sepertinya bagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Di tahun 2009 saja menurut data dari Dinsos Kalsel sudah terjadi 21 kali banjir dan ada sekitar lebih dari 15.000 hektar persawahan yang terendam banjir. Tercatat 11 dari 13 kabupaten/kota di Kalsel merupakan daerah langganan banjir dan tanah longsor setiap tahunnya. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Tanah Laut, dan Kotabaru. Kabupaten Hulu Sungai Utara, Banjar, dan Tanah Bumbu merupakan daerah paling rawan terhadap ancaman bencana ini. Untuk Kota Banjarmasin juga tidak aman karena rob atau pasang laut selalu terjadi dan merendami permukiman warga. Menurut catatan Dinas Kessos Kalsel, sepanjang 2009, korban bencana alam ini mencapai 19.366 keluarga dengan taksiran kerugian materi Rp3 miliar lebih. Banjir kembali melanda wilayah pesisir selatan Kalimantan Selatan . Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Kotabaru. Banjir di 3 (tiga) Kabupaten tersebut melanda Kecamatan Satui, Tanah Bumbu, Kecamatan Kintap dan Jorong , Kabupaten Tanah Laut. Banjir yang melanda Kecamatan Satui bahkan menelan 4 orang korban jiwa, dan sekitar 3.194 KK mengungsi dan rumahnya terendam. Intensitas banjir terus meningkat dari tahun ketahun dan sejak beberapa tahun terakhir banjir memang menjadi langganan tahunan yang selalu melanda kabupaten-kabupaten tersebut pada saat musim hujan. Apabila kita mau melihat lebih jauh sebab-akibat terjadinya banjir tersebut maka dapat kita lihat bahwa terjadinya banjir bukan semata-mata proses alamiah yang datang disaat musim hujan karena intensitas curah hujan yang tinggi saja. Bencana banjir yang terjadi saat ini menurut saya seiring dengan semakin meningkatnya “pembangunan” terutama eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan tidak terkendali. Banjir merupakan dampak struktural atas kebijakan pembangunan yang belum memberikan sentuhan positif pada tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam termasuk hutan. Hal ini diperparah dengan tidak adanya manajemen pengelolaan bencana yang terencana dan komprehensif. Persoalan banjir, kebijakan tata ruang, kebijakan pengelolaan sumber daya alam, pengelolaan daerah aliran sungai, daerah tangkapan air, kebijakan pengelolaan bencana (disaster management) akibat proyek-proyek pembangunan, tidak bisa dilihat secara terpisah. Banjir Bukan Hanya Karena Proses Alamiah Jadi menurut saya, yang menyebabkan besarnya dampak suatu bencana, misalnya banjir, bukan sekadar adanya intensitas curah hujan yang tinggi, namun ada faktor lain yang juga menjadi penentu besarnya dampak tersebut. Misalnya karena penerapan tata ruang yang salah dan pengelolaan lingkungan yang buruk, ada pembabatan hutan, ada kemacetan sistem drainase, ada kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS), ada kemiskinan dalam masyarakat sehingga rumahnya darurat, rapuh dan gampang dibawa arus, atau ada ketidakmampuan ekonomi/sosial/idiologi/pengetahuan yang menyebabkan jatuhnya banyak korban, dan banyak kemungkinan lainnya. Dengan demikian persoalan banjir, penataan tata ruang, pengelolaan daerah aliran sungai, daerah tangkapan air, kebijakan pengelolaan sumberdaya alam, proyek-proyek pembangunan, penanganan bencana, tidak bisa dilihat secara terpisah, tetapi merupakan satu kesatuan. Saat ini semakin rendahnya tingkat kemampuan hutan saat ini sebagai kawasan penyangga yang dapat menyerap air, menyimpannya dan mendistribusikannya secara perlahan secara seimbang. Kondisi ini sebagai akibat dari adanya penggerusan (penghancuran) sumberdaya alam terutama hutan di daerah. Dilihat dari banyaknya kegiatan penggerusan sumberdaya alam di wilayah tersebut seperti pembalakan kayu (legal dan illegal), konversi hutan untuk perkebunan monokultur skala besar dan HTI, pertambangan (legal dan illegal). Data kondisi hutan terakhir menunjukan tingginya deforestasi hutan Kalsel terutama di kawasan Pegunungan Meratus, sisa kawasan berhutan Kalsel menurut data Citra Lansat Dephut luas Areal Berhutan pada tahun 2006, 986 ribu hektar, lalu kawasan hutan lindungnya 433.677 hektar dan huta lindung yang telah di rambah oleh pertambangan mencapai 142.523 hektar Sehingga bisa dikatakan bahwa banjir merupakan buah dari kesalahan dalam pengelolaan sumberdaya alam yang tidak memperhatikan kemampuan daya dukung atas lingkungan. Diatas kertas menurut catatan Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan pada tahun 2007, hutan Kalsel menurut fungsinya seluas 627.872 ha merupakan hutan produksi tetap, seluas 67.902 ha merupakan hutan produksi yang bisa dikonversi, 779.945 ha adalah hutan lindung, 176.615 ha merupakan suaka alam dan hutan wisata dan selebihnya yaitu 212.177 ha adalah hutan produksi terbatas. Data ini sama dengan yang dikeluarkan BPS Kalsel pada tahun 2003, padahal kerusakan hutan Kalimatan Selatan terus berlangsung, dari data Citra Lansat Dephut luas Areal Berhutan 987.041,14 Ha (2001) dan 935.900,00 (2002) hutan kalsel telah berkurang 51.141 Ha atau setiap harinya kita kehilangan 140 ha luasan hutan atau 141 kali luas lapangan sepak bola. Angka yang sama juga terjadi pada tahun 2003, sehingga estimasi luasan hutan yang tersisa pada tahun 2007 adalah 884.758,86 ha. Misalnya saja di Kabupaten Tanah Bumbu yang memiliki jumlah IUP sekitar 156 buah, ternyata terdapat 37 usaha pertambangan seperti batu bara, namun ternyata hanya ada 4 (empat) pemegang izin pakai yang dikeluarkan Kemenhut. Di Tanah Bumbu luas pertambangan dari 37 IUP itu mencapai 152.036 ha tapi yang memiliki izin pakai hanya sekitar 15.654 ha, jadi jumlahnya hanya sekitar 10 persen saja. Lalu di Kabupaten Tanah Laut yang memiliki jumlah IUP kedua terbanyak di kalsel, dengan jumlah 74 izin usaha pertambangan, namun juga hanya terdapat 4 (empat), luas areal pertambangan 60.691 ha, sedangkan yang memiliki izin hanya menjangkau 12.778 ha. Ini juga terjadi di Kabupaten Kotabaru, bahkan yang lebih mencengangkan adalah statement menteri kehutanan yang menyatakan bahwa 95% pertambangan di kalsel yang menggunakan kawasan hutan belum memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan. Berhentilah Menyalahkan Tuhan Dari banjir yang ada tersebut maka jelas sekali terlihat bahwa pengelolaan sumberdaya alam yang tidak bijaksana adalah penyebab utama dari bencana banjir tersebut, bukanlah cuaca (baca : tuhan) yang selama ini selalu dijadikan kambing hitam, sebagai alasan pemerintah daerah akibat terjadinya banjir yang ada. Disamping itu juga kegiatan dan perencanaan pembangunan yang dilakukan sama sekali tidak memperhitungkan dampak yang akan terjadi serta tidak mengakomodir resiko bencana yang mungkin terjadi. Pemerintah Daerah tidak pernah mau belajar, karena banjir ini telah terjadi berulang-ulang dari tahun ke tahun, maraknya penerbitan ijin tambang dan pembukaan lahan sawit yang ada menjadi penyebab utama bencana banjir ini, dan bila terbukti ada perusahaan tambang dan sawit yang berperan dalam rusaknya hutan yang megakibatkan banjir ini maka segera cabut izin operasinya. Juga terlihat jelas bahwa pengambilan manfaat dari sumberdaya alam tidak memperhitungkan dampak secara ekologi serta sosial dengan adanya kegiatan tersebut. Pengambilan manfaat atas SDA yang tidak bijak ini berdampak buruk pada kerugian bukan hanya secara ekologi, tetapi juga secara ekonomi dan sosial, dimana akibat yang ditimbulkan seperti banjir akan berakibat pada kerugian materil warga masyarakat yang terkena, juga berakibat pada timbulnya berbagai penyakit (baik saat banjir maupun pasca banjir) dan dampak ikutan lainnya. Yang parahnya bencana-bencana itu bukan hanya dipengaruhi oleh faktor alam saja. “Bencana pembangunan, terjadi sebagai gabungan faktor krisis lingkungan akibat pembangunan dan gejala alam itu sendiri, yang diperburuk dengan perusakan sumberdaya alam dan lingkungan serta ketidakadilan dalam kebijakan pembangunan sosial”. Pembangunan yang hanya menekankan kepada kepentingan ekonomi semata pada akhirnya telah mengamcam keselamatan keberlangsungan kehidupan rakyat. Dan ketika bencana telah datang, pertanyaan kita adalah siapa yang paling dirugikan akibat terjadinya bencana tersebut?, Apakah para pejabat-penguasa, para pengusaha atau rakyat? . <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di: <a href="http://persma.com/baca/2010/07/27/tanah-bumbu-banjir-lagi-berhentilah-menyalahkan-tuhan.html">http://persma.com/baca/2010/07/27/tanah-bumbu-banjir-lagi-berhentilah-menyalahkan-tuhan.html</a> m2t Laporan http://persma.com/baca/2010/07/27/tanah-bumbu-banjir-lagi-berhentilah-menyalahkan-tuhan.html#artikel Tue, 27 Jul 2010 05:14:34 GMT http://persma.com/baca/2010/07/27/tanah-bumbu-banjir-lagi-berhentilah-menyalahkan-tuhan.html#artikel Surat Cinta Untuk PPMI dan Berbagai Kecenderungannya http://persma.com/baca/2010/07/27/surat-cinta-untuk-ppmi-dan-berbagai-kecenderungannya.html "surat-suratan surut saat sirat" (Widi Widahyono) <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di: <a href="http://persma.com/baca/2010/07/27/surat-cinta-untuk-ppmi-dan-berbagai-kecenderungannya.html">http://persma.com/baca/2010/07/27/surat-cinta-untuk-ppmi-dan-berbagai-kecenderungannya.html</a> si berang-berang Klinik http://persma.com/baca/2010/07/27/surat-cinta-untuk-ppmi-dan-berbagai-kecenderungannya.html#artikel Tue, 27 Jul 2010 02:46:54 GMT http://persma.com/baca/2010/07/27/surat-cinta-untuk-ppmi-dan-berbagai-kecenderungannya.html#artikel Pengusaha Rampas Hak dan Terindikasi Langgar Undang-Undang, Buruh PT Lemonde terus lakukan Perlawanan. http://persma.com/baca/2010/07/27/pengusaha-rampas-hak-dan-terindikasi-langgar-undang-undang-buruh-pt-lemonde-terus-lakukan-perlawanan.html   <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di: <a href="http://persma.com/baca/2010/07/27/pengusaha-rampas-hak-dan-terindikasi-langgar-undang-undang-buruh-pt-lemonde-terus-lakukan-perlawanan.html">http://persma.com/baca/2010/07/27/pengusaha-rampas-hak-dan-terindikasi-langgar-undang-undang-buruh-pt-lemonde-terus-lakukan-perlawanan.html</a> rooma Laporan http://persma.com/baca/2010/07/27/pengusaha-rampas-hak-dan-terindikasi-langgar-undang-undang-buruh-pt-lemonde-terus-lakukan-perlawanan.html#artikel Tue, 27 Jul 2010 01:40:02 GMT http://persma.com/baca/2010/07/27/pengusaha-rampas-hak-dan-terindikasi-langgar-undang-undang-buruh-pt-lemonde-terus-lakukan-perlawanan.html#artikel Pendidikan Moral dan Pemberantasan Korupsi http://persma.com/baca/2010/07/26/pendidikan-moral-dan-pemberantasan-korupsi.html Mungkin kita jengah melihat pemberitaan negatif media tentang korupsi yang telah merajalela di negeri ini. Bahkan pada tahun 2009 menurut Transparency International dalam peringkat indeks korupsinya, Indonesia masih berada di peringkat ke-111 dari 180 negara. Lebih mengkhawatirkan lagi, benih-benih korupsi telah ditanamkan pada diri anak-anak sejak dini. Misalnya siswa yang dibiarkan mencontek, ada pihak yang sengaja menyebarkan bocoran soal Ujian Nasional, dan tugas yang dikerjakan oleh orang tua.Perilaku tersebut terlihat sepele malah mengajarkan siswa belajar untuk tidak jujur. Perilaku sepele ini malah berdampak destruktif, terbukti dengan makin banyaknya kantin kejujuran di sekolah yang bangkrut. Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Dedie A. Rachim mengatakan, penyebab bangkrutnya kantin itu antara lain moralitas siswa. Pendapat Dedie ini berdasarkan tingkat keberhasilan dari kantin kejujuran dengan besarnya jumlah siswa yang tidak jujur. Dapat diamsusikan jika semua siswa jujur dalam membeli barang sesuai harga di kantin tentu kantin kejujuran tidak akan bangkrut.Kondisi semacam ini sebenarnya dapat ditangani secara dini, ya diperlukan sebuah pendidikan moral terutama dalam hal kejujuran sejak seseorang masih berusia dini. Dalam sebuah proses manajemen krisis tahap yang cukup penting tapi sering terlupakan adalah tahap pre-krisis. Pada tahapan ini akan muncul benih-benih krisis yang terkadang tidak terdeteksi secara dini. Sering kali krisis baru terdeteksi saat sebuah krisis telah menjadi akut dan terlambat untuk mengatasinya.Interaksi Simbolik dan Pengembangan MoralMeskipun dalam sekolah telah diberikan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKN) implementasi pelajaran ini dirasa masih jauh dari harapan. Terbukti bangkrutnya kantin kejujuran ini diakibatkan oleh tidak jujurnya siswa. Diperlukan pembelajaran yang terintegrasi antara pembelajaran teori dan praktek. George Herbert Mead, bapak teori interaksionalisme simbolik mengatakan bahwa makna berasal dari interaksi antar manusia secara verbal maupun non-verbal, melalui proses aksi-reaksi kita mampu memaknai sesuatu hal menjadi kata-kata dan aksi sehingga dapat dimengerti dengan berbagai cara. Dalam kasus ini, siswa sebagai peserta pendidikan membutuhkan pembelajaran moral yang tak sekedar teori. Teori yang disampaikan membutuhkan reaksi berupa implementasi teori pendidikan moral dalam kehidupannya sehari-hari agar makna terbentuk sempurna. Praktek pelajaran PKN ini dapat berupa bakti sosial, kunjungan ke panti asuhan dan kegiatan lain sebagai bentuk aplikasi materi pelajaran yang telah didapatkan. Pendidikan tak sepenuhnya berakhir saat siswa pulang sekolah. Sejatinya fungsi sekolah dalam pendidikan moral adalah memperkuat nilai yang telah tumbuh di rumah. Pandangan interaksi simbolik menjawab fenomena ini. Manford Kuhn mengenalkan istilah orientational other, yaitu orang yang mengajari individu tentang bahasa, common sense, nilai dan pengetahuan untuk mejelaskan realita juga membantu kita untuk membedakan diri kita dengan orang lain dan mempertajam indra kita. Dengan kata lain faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan moral anak.Pendidikan moral tentu tidak akan berhasil jika pendidikan materi pendidikan moral di sekolah tidak sesuai dengan yang anak dapatkan dalam kesehariannya. Misalkan dalam keseharian ia mendapati orang tuanya berbohong atau teman bermainnya mengajak sang anak mencuri mangga. Tentunya ketidaksesuaian yang didapati anak dapat berdampak buruk. Makna yang terbentuk menjadi tidak sempurna sehingga berimbas pada pembentukan moralitas dalam diri anak.Anak akhirnya menghadapi dilema, yaitu ketidak sesuaian teori dan realita yang didapatkan anak. Dilema ini membuat anak bertanya-tanya manakah yang seharusnya dilakukan apakah pembelajaran yang didapatkan di kelas ataukah pembelajaran dari keseharian anak. Kebenaran terkadang diakui bila tercipta konsistensi antar fakta. Paham yang diamini oleh Plato ini membuat sang anak menemui kenakalan-kenakalan remaja secara terus menerus, sang anak akan mudah terpengaruh karena menganggap kenakalan tersebut sebagai hal yang benar.Orang tua dan Perlindungan AnakBeragamnya orientational other bagi sang anak membuat perkembangan moral anak menjadi tidak sempurna. Maka diperlukan orang yang sangat berpengaruh. Orang-orang ini biasanya mempunyai kedekatan khusus dengan kita secara psikologis dan emosional. Dalam hal ini pemegang kunci keberhasilan perkembangan anak adalah orang tua.Ada pepatah mengatakan buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Maksudnya sifat anak tentu tak jauh-jauh dari orang tuanya. Hal ini dikarenakan memang orientational other terkuat adalah orang tua. Bagaimana orang tua bersikap akan menentukan moral sang anak. Dalam upaya pemberantasan korupsi, selayaknya orang tua menanamkan sifat jujur kepada anak. Sehingga sifat ini dapat dibawa hingga ia dewasa dan dapat menentukan sikap.Sudah seharusnya orang tua sebagai pihak yang paling berpengaruh dalam perkembangan anak memberikan contoh dan penanaman nilai moral pada anak. Pembelajaran moral yang didapatkan anak pada usia dini akan dibawa hingga ia dewasa. Nick Naylor, seorang tokoh dalam film Thank You for Smoking mengatakan merupakan tugas orang tua untuk mengingatkan anaknya tentang bahaya yang ada di dunia ini, jadi kelak mereka (dalam hal ini anak) dapat memilih dengan keinginannya sendiri. Masa depan anak adalah tanggung jawab bersama anggota keluarga terutama orang tua. Maka orang tua bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan anaknya secara menyeluruh, bukan hanya sekedar materi. Sehingga tercipta integrated learning antara materi pelajaran di sekolah dan realita yang anak dapatkan. Melalui langkah ini maka penanaman sikap anti korupsi dapat dilakukan secara dini sehingga tercipta jiwa-jiwa yang berani menumpas korupsi di bumi pertiwi ini. <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di: <a href="http://persma.com/baca/2010/07/26/pendidikan-moral-dan-pemberantasan-korupsi.html">http://persma.com/baca/2010/07/26/pendidikan-moral-dan-pemberantasan-korupsi.html</a> fian_failasuf Laporan http://persma.com/baca/2010/07/26/pendidikan-moral-dan-pemberantasan-korupsi.html#artikel Mon, 26 Jul 2010 09:50:18 GMT http://persma.com/baca/2010/07/26/pendidikan-moral-dan-pemberantasan-korupsi.html#artikel