Sedikit Tentang Pertembakauan Jember 6

Senin, 26 Jul '10 02:16

 

Tembakau adalah sebuah komoditas yang banyak memberi kontribusi bagi masyarakat Jember mulai dari sisi sosial, ekonomi, dan budaya. Memang tak hanya tembakau yang menjadi andalan dari masyarakat Jember masih komoditas-komoditas lainnya seperti buah Naga. Faktor geografis Jember membuat para petani umumnya lebih suka menanam Tembakau. Ada nilai prestise yang didapat petani ketika menanam tembakau.

Daerah Curah Nongko misalnya; sejak tahun 1965 sudah terkenal akan produksi tembakau Jawa. Keunggulan tembakau Curah nongko adalah aroma, warna dan kualitas dari tembakau yang membuat rasa yang luar biasa. Keunggulan itulah yang membuat perusahaan rokok melirik tembakau curah nongko. Sistem kontrak pun ditawarkan (sekitar tahun 1980), petani-petani tembakau mulai merasakan dampaknya. Sekali panen tembakau, petani bisa naik haji dan hidup mapan. Ini tak berlangsung lama, sistim kontrak awalnya yang menguntungkan kedua belah pihak (petani dan perusahaan) lambat laun menjadikan petani sebagai pihak yang dirugikan. Syarat-syarat panen tembakau yang berat hingga sabotase-sabotase seperti mencampur pecahan-pecahan batu bata pada rajangan tembakau membuat harga tembakau yang dihasilkan petani menjadi menurun drastis.

Menanam tembakau pun bukan perkara mudah, faktor cuaca sangat berpengaruh sekali terhadap produktivitas tembakau. Permainan pasar pun ikut berpengaruh (makelar, belandong, tengkulak) membuat posisi tawar petani tembakau semakin tidak menguntungkan. Belum lagi privatisasi lahan tanam tembakau(PTPN/Swasta) yang membuat lahan petani semakin mengecil. Hal-hal inilah yang membuat SIPER (Serikat Petani Perjuangan Curah nongko) terus berjunag hingga sekarang. Fatwa haram yang dikeluarkan tak banyak berpengaruh bagi para petani. Mereka tetap menjalankan Ibadah dan juga tetap menanam tembakau, konyol memang! Menjadikan agama sebagai suatu hal yang menutup mata pencaharian petani khususnya petani tembakau.

                Isu-isu elit seperti masalah kesehatan, fatwa haram, permainan pasar semakin menempatkan posisi petani dan buruh tembakau semakin tersudutkan, benarkah hal ini semua?

Semakin tertindas dan terdesak meraka kan tetap melawan dan berjuang karena satu-satunya mata pencaharian yang dapat menaikkan derajat hidup mereka adalah tembakau. Mereka(petani tembakau) akan tetap menanam tembakau hingga mereka tak mampu lagi untuk bekerja. Begitu pula para buruh tembakau, mereka akan tetap bekerja hingga lahan dan pabrik tutup dan bangkrut. Sudah tidak saatnya lagi kita melihat sebuah permasalahan dari sisi atas, kaum-kaum bawah (petani dan buruh) juga mesti kita lihat dengan seksama. Semua makanan seperti nasi, jagung, ubi, palawija dan tembakau dihasilkan oleh petani. Ketika mereka dilarang untuk bertani, mau makan apa kita nanti, mau merokok apa kita nanti, sudah saatnya kita tidak memandang remeh para petani. Ayo kita ke sawah!

NB; catatan ini akumulasi dari para petani dan buruh tembakau Jember (Lengkong, Curah Nongko dan Ambulu)           

 


Tag: buruh, Petani, Tembakau

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Prima S W 0 0
Korelasi antara fakta bahwa petani tembakau bernasib buruk dengan anjuran agar kita ke sawah apa?

Terperangkapnya petani dalam lingkaran setan kreditor belum tentu melulu salah kreditor tersebut. Manajemen perputaran uang petani yang buruk juga berperan. Misal, sekali panen dan untung banyak, uangnya langsung dihabiskan untuk naik haji, membangun rumah, atau membeli kendaraan yang secara ekonomis termasuk benda-benda yang terus mengalami penyusutan nilai. Padahal petani harusnya menyadari risiko tak terprediksi khas pertanian, seperti harga anjlok dan panen gagal.

Tulisan yang emosional.
portal 0 0
ndak ada korelasine blas
Rizki 0 0
Satu:kita harus mengakui bhw jurang antara kita(mahasiswa) dgn para petani dan buruh sungguh sangat lebar,kita hanya sebatas tahu teori2 saja tanpa diaplikasikan ke lapangan,Dua:kita pun harus mengakui ANSOS kita pun tak cukup kuat utk melihat permasalahan ini secara luas,salah satu cara yg mgkn kt harus ikuT terjun kesawah,stidaknya ikuT merasakan apa yg mrk rasakan : )
dhoe_fear 0 0
ternyata kita harus juga melihat dari segi para petani tembakau yang merupakan konsumen dari rokok itu sendiri. Selain untuk mencari penghasilan dari bertani tembakau ternyata mereka juga punya tujuan agar mereka dapat memproduksi sendiri rokok yang nantinya akan dia konsumsi.
Heem, rantai ini akan semakin panjang ceritanya.
Prima S W 0 0
@dhoe_far: komennya gak mutu. haha
@Rizki: solusi konkret, tolak rokok impor, tolka rokok putih. haha
Rizki 0 0
Prima S W: beh, truz yang perokok aktif gimana dunk : ( kalo semua ditolak

Silahkan login untuk memberikan pendapat