Di Sebuah Kedai Kopi, Di Malam Itu. 4

Rabu, 14 Jul '10 01:10

     Selamat malam bos, eh kliru, brow, ah enaknya panggil apa saya ke kamu ya?. Bagaimana kalau sahabat saja, biar tambah akrab begitu.
Nama saya Wahyu Eko Prasetyo, saya kebetulan sedang menempuh kuliah di Universitas Islam Jember, sengaja datang pada sahabat, boleh kan? Pasti boleh. Saya ingin mengabdi pada sahabat, boleh kan?. Pasti boleh. Saya ingin berproses di sini, bersama kamu, bolehkan? Pasti boleh. Maaf ya, jika saya lancang bicara ke pada kamu (sahabat). Ya, beginalah saya, banyak orang bilang, saya keras kepala. Biarlah apakata mereka. Eh, iya, konon katanya kamu berdiri dari sebuah semangat kaum muda di kala itu ya?. Maaf kalau saya konyol bertanya begini. Aih, aih, sahabat dari tadi kok Cuma diam saja?. Apa sahabat tersakiti, akibat ulah saya ini?, ya maaf kalau begitu. Tapi saya tak bermaksud untuk itu, serius ini.
      Baiklah kalau begitu. Tapi izinkan saya melakukan ini ya? (menulis). Nah gitu dong senyum. Tambah sayang dan cinta saja saya sama kamu. Saya ingin bercerita, kenapa saya memilih sahabat. Bolehkan? Pasti boleh. Banyak sih alasan kenapa saya memilih sahabat. Seandainya saya tak lemah untuk menulis, mungkin tinta dan kertas ini sulit harus mencari kemana. Maka dari itu, sedikit saja ya yang saya tulis (yang saya ingat). Pertama, kenapa saya ikut kamu, mungkin takdir, selain takdir ada lagi kok. Kedua, karena saya dekat dengan salah satu manusia yang kebetulan lebih dahulu mengenal sahabat. Dan yang ketiga, di kampus saya (UIJ), tak ada yang lain selain sahabat. Tapi saya tak akan menyesal, jujur ini. Sebenarnya saya masih ingin bercerita, mengapa alasan memilih sahabat, tapi saya sedikit kesulitan untuk mencatatnya. Terlalu banyak mungkin. Eh ! jangan cemberut ya !, saya janji suatu saat akan bercerita selain yang tadi.
     Bolehkan tau kenapa nama sahabat, harus sahabat?. Pasti boleh. Kok diam sahabat?. Oke kalau kamu tak mau menjawab, nanti saya akan bertanya kepada manusia yang lebih dahulu mengenal sahabat. Ooh iya, katanya sahabat ini hebat ya? Bisa menciptakan orang-orang besar di dunia ini. Saya bertanya begitu, karena ada bukti lho sahabat. Kemarin ketika saya ke Surabaya, saya bertemu dengan Muhaimin Iskandar. Kata orang-orang dia (cak Imin), pernah mengabdi pada kamu ya?. Dia sekarang menjadi salah satu mentri di negeri yang sedikit bobrok ini. Wah-wah, kamu memang hebat sahabat. Gimana sih dulu dia (cak Imin), berproses?. Eh ! sebentar ya, saya mau pesan kopi dulu, biar ngobrolnya tambah asyik.
Oh iya, kamu tau apa tidak, bapak dan ibu saya, suka melihat saya ikut dengan sahabat. Bapak dan ibu saya, sering bertanya keadaan kamu, di saat saya pulang kampung. Aih dari tadi saya belum kasih tau, tentang dari mana sebenarnya saya. Saya ini orang desa, asli kelahiran Jember, tahun 1988 tepatnya. Ha, haa, tak penting mungkin buat kamu. Kalau kamu lahir tahun berapa sahabat? Diam lagi, baiklah nanti saya tanya lagi pada orang yang lebih dulu mengenal kamu.
      Saya mengenal kamu, kira-kira sudah satu tahun lebih. Banyak perubahan yang saya alami, perubahan yang lebih baik tentunya. Tapi perubahan itu sih menurut saya pribadi, tak tau kata orang lain bagaimana. Dahulu saya suka foya-foya sahabat. Kalau kata anak muda sekarang hidup hedon begitu. Namun semenjak saya kenal kamu, ke hedonisan saya mula-mula berkurang.
Sahabat !. Maaf ya, saya ngobrol dengan kamu ini lagi di warung kopi. Rokok dan kopi pun sudah habis, sedangkan yang punya kedai pun kayaknya sudah mau tutup. Maaf ya, ngobrolnya di sekiankan dulu. Jadi tak enak minta maaf terus pada kamu. Saya janji di lain hari, saya akan datang kembali guna ngobrol dengan kamu. Tapi saya tak bisa janji, ngbrolnya di kedai kopi, di temani sebungkus rokok, dan secangkir kopi hitam seperti ini. Tapi kamu mau kan ngobrol lagi di lain hari? Pasti mau. Dari tadi kamu Cuma diam saja. Kenapa kamu ini?. Baiklah, nanti saya akan cari tau tentang pertanyaan-pertanyaan saya tadi. Sekali lagi maaf ya, kalau selama ini saya telah berbuat yang tak pantas atau tak senonoh pada sahabat.
Ya sudah, dari tadi saya ngomel terus. Saya undur diri dulu. Terimakasih atas semuanya. Monggo sahabat, permisi !!!


Tag: Belajar Nulis Mas

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

firman ketoles 0 0
Salam kenal juga sahabat
Wahyu Eko P 0 0
firman ketoles: aip, sahabat !!!!!!
si berang-berang 0 0
maap saya bukan sahabat, saya hanya teman, bukan kawan, yang sedang lewat. hehe
Wahyu Eko P 0 0
si berang-berang: monggo

Silahkan login untuk memberikan pendapat