Di Sebelah Makam Soekarno (Chapter 2) 3

Selasa, 29 Jun '10 11:34

Permisi Pak Soekarno!

Selamat Sore!

Oh maaf, saya duduk disini yah, maaf sekali lagi saya langsung duduk tanpa permisi!

Maaf juga kurang sopan Pak!

Merdeka!

Aih, maksud saya, Salam Setengah Merdeka Pak! Eh, Bung!

Begini Soekarno, saya panggil Bung Karno aja yah!

Bukan lagi Pak Soekarno!

Bagaimana?

Soalnya biar lebih santai dan tidak terlalu kaku!

Toh saya panggil Bung Karno, biar Anda merasa lebih muda. Dan saya lebih semangat!

Oke!

Aduh, maaf lagi, saya jorok sekali Bung, kemprol begini!

Baju saya Cuma ini, saya juga belum mandi (keramas, sabunan, dan gosok gigi) entah berapa hari. Harap maklum adanya!

Ah, ndak apa-apa kok, bagi saya biasa untuk seorang Bung Karno!

Bung masih ingat saya kan? Fandy Ahmad!

Ha ha ha…iya betul yang waktu lebaran tahun 2005 berkunjung kesini pertama kali. Yang ndak bisa pulang kampung karena tak tahu caranya ngurusi tiket mudik dan terpaksa berlebaran dengan keluarga temannya. Iya tepat sekali Pak! Eh, maksud saya Bung karno! Hormat saya kepada anda! Saya datang lagi Bung setelah sekian lama!

 

Bung pasti bertanya kenapa saya begini? Ada yang berubah dari saya?

Ya wajarlah Bung! Seharusnya Bung senang ada perubahan pada diri seseorang!

Ya, saya dirubah oleh cakrawala baru yang banyak itu, yang digambarkan samar oleh Bapak saya.

Ah, ternyata cakrawala itu tidak seindah yang aku banyangkan. Tidak semanis yang aku impikan disetiap nina bobokku. Realitas tidak seperti dongen-dongeng happy ending.

Ya, cakrawala itulah yang merubahku seperti ini Bung!

Aku pikir semua cakrawala yang berusaha keras kurebut adalah Gila!

Lalu aku bersajak tentang cakrawal-cakrawal itu;

 

“Gila”

Sungguh gila apa yang sudah kita lakukan ini

Berbeda dengan manusia pada umunya

Edan!

Tapi aku suka!

Sangat suka sekali!

Dan diujung sana masih ada kegilaan lainnya yang siap untuk dijelajah.

“Aku masih datang dengan cinta dan sedikit keras kepala!”

Edan tenan!

 

Kukutip sajak W.S. Rendra (Puisi Pertemuan Mahasiswa);

“…ada yang menangis, ada yang mendera

Ada yang habis, ada yang mengikis

Dan maksud baik kita memihak yang mana?”

 

Itulah Bung sedikit intrepretasi perubahan-perubahanku

Selain banyak intrepretasi yang lainnya

Aku putuskan sedikit keras kepala, karena cintaku kepada mereka!

Lalu aku bersajak lagi tentang takdir;

 

“…kami ditakdirkan hidup untuk Indonesia…”

 

Begitulah Bung!

Pilihanku!

Mestinya kau paham dengan itu, dan Aku yakin kau mengerti itu!

Biarlah kau mengatai aku munafik

Biarlah kau menertawaiku

Biarlah kau mengejekku

Jika kau mau!

 

Oke Bung! Segini dulu ya! Saya mau turun ke barak-barak Pers Mahasiswa!

Kalau ada postermu di salah satu barak persma, lihatlah aku!

Apa yang kukerjakan Bung!

 

Salam setengah merdeka!

Bravo Pers Mahasiswa!

Untukmu Bapak Revolusi!

Permisi!

Saya sedang sibuk sekali!

Hanya Al-Fateha yang aku tahu! Doa lainnya sudah lupa!

Sampai jumpa!

 

Blitar, Januari 2009

 


Tag: bung karno, revolusi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Wahyu Eko P 0 0
jadi tk enak komen terus, sudah berapa kli saya ktakan saya suka tulisan kamu pak, eehh bung, pangil apa enaknya ini hee mas sjalah biar keliatan lbih sopan. heeee
saya juga pernah mas melihat kutipan manifes WS Rendra, klo g kliru "aku ya aku kamu ya kamu, jadilah dirimu sendiri". bgitu mungkin sngktnya (klo salah mohon d revisi). saya juga cinta bung, eehh salah mas, pada indonesia. Kadang sya juga brpikir selama ini perubahan (bentuk) itu sprti apa, REVOLUSI heee iyakah itu???dan DEMOKRASI, heee benarkah itu???
Kalau keras kepala mnurut saya mas biasa-biasa sja. saya kadang jga iya. namanya juga pemuda, eehh sungkan ngomong pemuda di barak sampean mas (ada Bungkarno lagi!!!), yaaahhh gini sajalah saya pernah mendengar apa yg di katakan Bung soetrisno Bachir "bukan pemuda kalau tak radikal, tapi bukan orang bijak setelah tua tetap radikal" begitu kiranya mas ungkapan nya. Ehhh mas saya komen ini waktu shubuh, itu di musholla juga terdengar suara adzan.
Saya juga numpang pamit mas, monggo !!
Fandy Lasinrang 0 0
yang khusuk yah!
Wahyu Eko P 0 0
Fandy Lasinrang: cma itu mas, yg lain mna?????????

Silahkan login untuk memberikan pendapat