Publik Figur, Masyarakat dan Pihak Berwenang 24

Kamis, 10 Jun '10 00:28

Wajah tampan dan cantik yang selalu menghiasi layar kaca kini tercemar karena sebuah rekaman yang diperkirakan diperankan oleh mereka. Video yang bertipe asusila/porno ini bukan hanya meresahkan para pemain-pemain yang ada terlibat didalamnya, tapi orang tua yang memiliki anak dibawah umur juga memperhatikan akan dampak yang akan berimbas pada pergaulan. Secara hal ini menarik perhatian karena tokoh-tokoh yang memainkan video ini merupakan para publik figur.

Penyebaran video dilakukan melalui media internet. Media yang dapat dinikmati oleh banyak orang dengan kapasitas yang tidak dapat terbendung menyebabkan mudahnya video ini menyebar dikalangan masyarakat. Mulai dari anak SMP hingga mahasiswa saling berburu untuk mengkoleksi video-video yang diperankan oleh publik figur.

Video ini sementara terbagi menjadi 3 buah bagian. Bagian pertama dan kedua dimainkan oleh 2 publik figur yang sama (Ariel dan Luna). Bagian pertama memiliki durasi sekitar 6.49 menit dan bagian kedua 2.37 menit. Bagian ketiga dimainkan oleh 1 publik figur yang berbeda (Cut Tary). Durasi yang dimiliki pada bagian ini mencapai 8.45 menit. Menurut informasi yang beredar dibeberapa media katanya masih ada sekitar 23 video (kalau tidak salah) lagi yang akan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sebenarnya hal yang saya perhatikan bukan dengan banyak dan durasi dari video yang sedang beredar dimasyarakat. Keadilan dan penegakkan hukum yang didapatkan oleh warga negara seharusnya sama, tidak pilih kasih atau tumpang tindih. Sejenak kita lihat saja sorotan media dan pihak berwenang seakan-akan menjadikan ini merupakan kasus yang lebih besar ketimbang kasus century yang sedang dibahas oleh DPR. Adakah indikasi video ini sebagai pengalihan isu oleh pemerintah Indonesia?

Video macam ini bukan hal baru bagi para pengguna media internet, mulai dari yang berseragam sekolah hingga tanpa busana merupakan sarapan bagi beberapa pengguna. Saat hak asasi manusia pada masyarakat tidak pernah diperhatikan tapi malah menjadi konsumsi beberapa pihak. Video ini sering sekali disebarkan oleh beberapa situs pemuas nafsu manusia demi keuntungan pribadi tanpa mengindahkan kepentingan bersama, walaupun beberapa pihak membutuhkannya.

Penanganan akan kasus video ini selalu dilakukan penyelidikan bilamana pemerannya adalah para publik figur, sedangkan apabila masyarakat biasa melakukan hal serupa tidak ada tindakan pasti. Hal semacam ini sebenarnya sia-sia dan juga menunjukkan ketidak tegasan pihak berwenang dalam melayani masyarakat. Apakah saat ini infotaimen menjadi pusat informasi bagi para polisi?

Tapi dari sisi lain saya sempat memikirkan apabila kasus ini tidak ditangani, maka yang akan terjadi adalah tertindasnya HAM (Hak Asasi Manusia) bagi para publik figur ini. Bahayanya lagi apabila adegan yang dilakukan menjadi contoh masyarakat untuk melakukan hal yang sama. Sulitnya membendung kebebasan informasi di Internet inilah yang patut menjadi perhatian kita bersama, namun bukan hanya itu menurut saya yang patut diperhatikan, pendidikan seks perlu dipikirkan untuk dicanangkan.

Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan mental sumber daya manusia yang menggunakannya. Jika kedua hal tersebut tidak dapat berjalan beriringan maka yang akan terjadi adalah penyalah gunaan dan pemahaman yang sempit akan guna dari teknologi. Mari kita semua memperluas wawasan dan pengetahuan kita akan perkembangan media dan teknologi, agar tidak terjadi penjajahan melaluinya.


Tag: Video, HAM

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

firman ketoles 0 0
PPMI perlu tuch bikin sensasi juga : )
FF Haq 0 0
Gimana kalau anda saja sebagai publik figur PPMI?? : p
ilham_pena 0 0
hahaha,,setuju!1
djali 0 0
melihat suatu fenomena sebagai faktor independen itu bisa jd kecelakaan besar buat kita semua. persoalan yg diulas oleh kawan di atas meski dipandang sebagai faktor dipenden. (Hukum sebap akibat / aksi-reaksi) begitu sderhananya.

RUU Teknologi Informasi mau disahkan. maka harus ada pemicu yg melegetimasi krna sbelumnya banyak penolakan dari media terkait kebebasan pers.

apa tangapan kwn?
sisca civitas 0 0
iya.. bener.
melihat kejadian ini, ada bnarnya jga ya RUU Konten Media mw diberlakukan.
tapi, bentar.. ada RUU Teknoligi Informasi, RPM Konten Media dan lg satu, RUU Keterbukaan Informasi publik kalo gak salah.. itu esensi nya apa yg bnarnya??

kalo dipikir2 , pmerintah merencanakan dua undang2 yang saling bertentangan loh..
di stu sisi mmbatasiisi media, satu sisi melegalkan sgala isi/bnuk informasi khussunya di dunia maya.
y gk?
saya agak bingung, jujur

ada yg bsa mnjelaskan? pndapat lain?
si berang-berang 0 0
haha...
yang bagus yg ariel-cut tari, yg sama luna maya jelek, ga ekspresif dan kurang agresif.
sisanya terserah anda.
FF Haq 0 0
Kawan coba lebih teliti lagi. Kira-kira bagaimana cara mem-block lajunya Internet? Tidak perlu jauh2 membahas masalah RUU ITE. : D
Wahyu Eko P 0 0
mana yang gosip dan mana yang berita??
ariel, Luna dan cut tari, perlu dikabarkan bahwa mereka di duga terlibat dalam adegan video tak senonoh tersebut. masyarakat perlu tau itu,salah dan benar masyarakat juga harus tau. permasalahannya mereka (orang terkait adegan) terhimpit dua benua, gosip (infotaimnt) dan berita (katakanlah koran biasa).
tentang mengapa merek melakukan adegan tersebut, itu kan urusan pribadi mereka, pemburu berita harus jeli mana yang harus di publikasi dan mana yang ranah pribadi.
Luki 0 0
Selama kepolisian atau pengadilan belum membuktikan bahwa pihak dalam video itu adalah Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari maka tidak ada yang berhak mengklaim bahwa ketiganya adalah mereka.

Penyorotan media massa seharusnya dihentikan bila tidak ada temuan berarti. Pemberitaan ini sudah tidak relevan dalam sudut pandang jurnalistik. Mengapa?
1. Pertama, (sekali lagi) tidak ada bukti bahwa orang dalam video adalah mereka yang dituduh. Ingat, pengadilan menganut asas praduga tak bersalah.

2. Kedua, ini akan memicu pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik secara sistemik. Selama ini banyak bermunculan video hubungan seksual yang dituduh diperankan Wulan Guritno dan Ananda Mikola, Agnes Monica, bahkan Dhea Imut. Tapi jelas mereka terbukti tidak bersalah. Nama mereka sudah terlanjur cemar.

3. Ketiga, dari segi jurnalistik pemberitaan ini tidak relevan. Mengapa? Karena bersifat pribadi dan juga tidak menyangkut nasib orang banyak. Apa pengaruh dari rekaman hubungan seksual dibandingkan kasus Century Gate, penggelapan pajak oleh Gayus, Imperialisme Israel atas Palestina, dan dana aspirasi yang rawan korupsi?

4. Keempat, pemberitaan berlebihan justru akan memancing rasa penarasan publik. Publik akan terpancing untuk terus mengunduh video hubungan seksual tersebut.

Saya sendiri tidak pernah melihat rekaman hubungan seksual tersebut dan saya tanya pada kalian yang sudah melabelkan nama Ariel dan Luna serta Cut Tari sebagai pihak dalam video itu; APA TANGGUNG JAWAB MORAL DAN SOSIAL KALIAN BILA MEREKA TERBUKTI TIDAK BERSALAH?!
FF Haq 0 0
Luki: Liat dulu baru komentar. : D

Wahyu: Saya juga bingung nih... jangan-jangan ini saatnya untuk mematikan televisi. : p
Elly LPM Situs 0 0
FF Haq: menurutku luki ada benarnya om....
Arya Dwipangga 0 0
Kontol ngaceng kok dikomentari....ada bawok mekar yo dilebokke... masih banyak lubang yang nganggur kok....
mau lihat bokeb Islami? silahkan download di sini: www.leboknowakyai.com. inilah bokep sambil sholat pertama di dunia.............Mau?
Arya Dwipangga 0 1 tidak suka |
ingin tahu pelakunya?
pelakunya yang komen di bawah ini...
hehehhehhehhehe
Fajar Kelana 0 0
ehm
si berang-berang 0 0
pokoknya sepakat sama kafi dah.
firman ketoles 0 0
no coment dah,

pokoknya ditunggu di Madura
Wahyu Eko P 0 0
FF Haq: kalo g suka lagu jangan lagunya yang di ganti coba saja ganti vokalisnya, mungkin vokalisnya yang fals, dengan mengganti vokalisnya mungkin lagu itu enak di dengar, hati, maupun telinga.
Wahyu Eko P 0 0
Arya Dwipangga: haaaaaaaaaaaaaaaaaa
Wahyu Eko P 0 0
si berang-berang: sepantat
diaz..bram 0 0
kayaknya PPMI bukan wartawan Infotaiment....
FF Haq 0 0
PPMI pun bukan pewarta, karena yang menjadi wartawan adalah kita, anggota dari LPM. Dimana LPM adalah anggota dari PPMI.

: )

si berang-berang 0 0
luki:sama aja,
salah ga salah tetap aja ariel, cut tari, luna artis.
Wahyu Eko P 0 0
si berang-berang: artis juga manusia
si berang-berang 0 0
artis di indonesia: lebih spesifik: penyanyi pop-presenter infotaintment-presenter acara musik: penyebar sampah.

Silahkan login untuk memberikan pendapat