Belajar dari Leluhur: Alon-alon Waton Kelakon 3

Minggu, 6 Jun '10 15:54

 

Setiap orang pasti pernah mengetahui atau minimal pernah mendengar pepatah sederhana diatas. Alon-alon waton kelakon, atau dalam bahasa Indonesia bisa dikatakan Lambat Asal Selamat, atau kalau orang bule biasa mengatakan Slow But Sure.

Pepatah ini biasanya diidentikkan dengan orang Jawa, yang dalam kesehariannya secara kasat mata memang terlihat pelan, kalem ataupun santai. Terlebih lagi dalam hal materi, yang memang jarang orang Jawa itu kaya, kalau bukan istilahnya, trah kesuma rembesing madu. Hal tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa orang Jawa adalah pemalas, karena ‘patuh’ pada pepatah diatas.

Sebenarnya pepatah ini telah disalah artikan, bahkan oleh orang Jawa sendiri, yang seharusnya dapat memahami pepatah itu. Konsep “alon-alon waton kelakon” diatas adalah bukan pada “yang penting mampu”, tetapi sebenarnya hal ini adalah mengenai proses. Pepatah ini tak bisa diartikan begitu saja seperti membaca sebuah kalimat dalam cerpen misalnya, tetapi perlu pemikiran lebih dalam untuk mampu mencerna dengan baik sehingga apa yang ingin disampaikan melalui pepatah itu dapat tertangkap dengan baik.

Ketika seseorang menginginkan sesuatu, misalnya bagi seorang pelajar yang ingin mendapat nilai yang memuaskan, maka ia harus belajar. Nah, sebenarnya disini konsep “alon-alon waton kelakon” dimulai. Ketika ia menginginkan nilai yang bagus, maka ia akan berusaha dengan belajar. Itupun tak bisa hanya satu kali kemudian akan mendapat yang diinginkan, namun ia harus belajar berkali-kali, ajeg, dan sabar. Kesabaran dalam mengharapkan sesuatu, dan demi sesuatu yang diinginkan, seseorang akan berkorban demi apa yang ingin ia dapatkan. Hal itu menyiratkan akan kesetiaan terhadap sesuatu.

Sebenarnya banyak pepatah-pepatah yang mengajarkan untuk lebih memahami kehidupan, bukan hanya hubungan antara sesama manusia, tetapi juga hubungannya dengan alam semesta serta yang lebih tinggi hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

 


Tag: Belajar dari Leluhur

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

chikaru kesha 0 0
hahahah si mbah sudah kreatiff neyh kawand!!
si berang-berang 0 0
dasar fasis jawa!
FF Haq 0 0
Jawa ya. : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat