Pendidikan go Internasional 1
Minggu, 25 Apr '10 04:49
MASIH segar dalam ingatan akan perjanjian antara negara Cina dengan ASEAN (ACFTA) yang telah direalisasikan 1 Januari 2010 lalu. Dampaknya langsung terasa dengan kian membanjirnya produk-produk buatan Cina di negara kita. Begitu terlihat bahwa sektor perdagangan saat ini telah terhubung dengan arus globalisasi. Media dan bentuk perwujudannya pun harus berstandarkan internasional. Di sini tuntutan agar setiap negara bisa go internasional terlihat.
Tak terkecuali pendidikan. Gerakan untuk go internasional pun terlihat makin marak. Beberapa tahun setelah diumumkan beberapa universitas di Indonesia menduduki ranking perguruan tinggi terbaik dunia, lantas universitas yang lain kemudian turut berlomba-lomba untuk memperbaiki ranking universitasnya. Lalu, apakah sekedar untuk memperbaiki mutu pendidikan ke arah global ataukah hanya mengejar nama internasional semata? Karena untuk membawa pendidikan kita go internasional semestinya disertai perbaikan yang menyeluruh di berbagai lini.
Termasuk pendidikan di kampus kita yang baru-baru ini membuka Kelas Internasional. Bagaimanakah kesiapan untuk memasuki pembelajaran level internasional? Apakah Kelas Internasional kita nantinya memberi jaminan lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan dari negara lain? Atau program ini hanya menjadi proyek untuk menaikkan image semata, semacam program mercusuar yang disertai biaya yang tinggi, seperti kebanyakan Kelas Internasional lainnya? Padahal gerbang perdagangan bebas sudah di depan mata bangsa dan persiapan akan pendidikan yang baik menjadi kebutuhan nasional.
Sederet pertanyaan itulah yang menjadi awal pemikiran kami untuk mengulas tema Kelas Internasional di FE. Semua itu tersaji dalam Laporan Utama. Selain itu ada Budaya yang akan membahas kebiasaan hotspot-an di FE. Juga ada Sosok yang kali ini kami mendeskripsikan salah satu petugas kebersihan di FE. Beberapa rubrik menarik lain tak lupa pula kami sajikan hanya untuk pembaca.
Kekurangan sejatinya milik manusia, karenanya saran dan kritik tetap kami nantikan. Selamat menikmati goresan demi goresan pena kami. Iqro. [Redaksi] Selengkapnya baca di ecpose.com
Tag: Pendidikan, komersialisasi
Terkait:
-
Beasiswa bagi Si Miskin
Minggu, 25 Apr '10 04:58 -
aksi tolak diskriminasi pendidikan
Sabtu, 7 Agu '10 11:10 -
Formalisme yang Merenggut Kemerdekaan
Sabtu, 31 Jul '10 22:54

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat