Feminis, Wajah Pemberontakan dalam Pergerakan 23
Senin, 15 Mar '10 00:48
Feminisme adalah pandangan dimana perempuan seharusnya memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Aliran ini merupakan gerakan perempuan yang menuntut emnsipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Di Indonesia kita telah mengenal istilah ini sejak jaman R.A Kartini. Kaum feminis seperti ini mebuktikkan dirinya bahwa pria tidak lebih baik dari perempuan. Membuktikan bahwa perempuan dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dipandang tidak untuk perempuan.
Boleh saja jika dahulu perempuan hanya bertugas untuk mengurus urusan rumah. Mulai dari memasak, bersih-bersih, mengurus anak, dan berbagai pekerjaan yg memang untuk perempuan. Potret perempuan jaman itu bisa dibilang adalah esensi sebenarnya dari perempuan. Jika saat itu, Kartini tidak dengan mati-matian menuntut kesetaraan kaumnya , mungkin saja perempuan kita akan tetap berada dalam dunia sempitnya yang sebatas dapur di rumah. Indira Gandhi, Margaret Tatcher, Corazon Aquino sampai Megawati Soekarnoputri mampu membuktikan bahwa mereka mampu mengerjakan pekerjaan yang sebelumnya dianggap hanya mampu dilakukan oleh kaum lelaki. Mereka-mereka adalah bukti dari pergerakan kaum feminis .
Jika pandangan kita terhadap kaum feminis adalah mereka ( perempuan ) yang menuntut independensi diri , menjunjung tinggi kebebasan wanita dalam berfikir dan bertindak, bagaimana jika terdapat pandangan lain?. Pandangan bahwa kaum-kaum feminis dewasa ini tidak lagi berangkat dari pencarian jati diri yang independen tetapi tidak lain adalah kekecewaan mereka terhadap perbuatan kaum lelaki ataupun karna kemapanannya sebagai perempuan sempurna.
Seringkali mereka yang mengaku feminis menyatakan bahwa mereka tidak membutuhkan lelaki dalam hidup mereka. Mereka yang seperti ini biasanya adalah korban-korban dari perbuatan yang tidak menyenangkan dari lawan jenisnya. Bisa jadi ia adalah korban pemerkosaan, korban anak-anak broken home, kekerasan , ini semua berhubungan dengan mental. Namun adapula feminis yang hdupnya sempurna, saking sempurnanya kemudian berfikir tidak ada lelaki yang mampu menyandingnya. Anggapan seperti ini seringkali menimpa kaum perempuan yang notabene adalah perempuan perfeksionis berkarir mapan dan mandiri menganggap tidak ada yang pantas menjadi pasangannya, lalu selalu tenggelam dengan pekerjaannya yang sempurna sebagai perempuan. Mereka menolak komitmen tetapi tidak untuk seks Mereka akan memilih hidup sendiri jika dibandingkan dengan perikahan, seringkali mengadopsi seorang anak untuk menemaninya
Lesbian pun merupakan wajah lain dari feminisme . Tetapi, lebih kompleks karena berbau orientasi seksual yang menyimpang. Ada yang dari awal memang berpribadi 'tidak tertarik' dengan lawan jenisnya yaitu lelaki, ada pula yang terbentuk karena kekecewaan mendalam terhadap kaum lelaki.
Feminisme merupakan fenomena yang timbul karna ketidak-puasan kaum perempuan terhadap rezim pria pada jamannya. Mereka berusaha mematahkan anggapan bahwa wanita hanya berguna jika di rumah. Tidak sia-sia, karna makin banyak saja perempuan-perempuan hebat di dunia ini. Akui saja itu para lelaki, perempuan memang butuh sosok pemimpin yang hanya dimiliki seorang lelaki dalam hidup mereka. Tetapi ketika engkau mengikat , membatasi ruang geraknya, saat itulah perempuan akan memberontak. Bisa jadi akan muncul paham-paham feminis yang lainnya yang akan menyusahkan kaum lelaki.
Pernah dengar judul lagu "pria dijajah wanita" ?, mungkin saja itu akan terjadi. Maka dari itu, dunia harus siap dengan para perempuan-perempuan hebat yang akan berminculan di masa mendatang. LONG LIVE THE WOMAN!
Tag: Perempuan
Terkait:
-
Ini Buat Anakku.
Selasa, 22 Jun '10 01:25 -
Perempuan Indonesia (part 2)
Sabtu, 27 Mar '10 11:31 -
Perempuan dalam Sekam
Rabu, 3 Mar '10 22:39
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Rizki: Bagus
-
Como Bacomboy: Bagus
-
Wahyu Eko P: Perlu
-
FF Haq: Bagus
-
The mad man: Biasa
-
emonikova: Bagus
-
Oo Zaki: Perlu
-
Debrina Civitas: Penting
-
riwut purdianto: Responsif
Komentar:
Saya coba paham dengan maksud kalian.
Maju..!!
DICEK LAGI!
ups sorry,,,
aq ga nyeritain ttg sejarah disini,,,
tapi lbh menilik pada feminis pada definisinya,,,
kalo maw taw kapan pergerakan dan sejarahnya,,,cari aja di internet...
iya kartini emg emansipatoris buat kmu,,,
tpi menurutku,,,kartini juga feminis versi indonesia...
Pada dasarnya saya adalah laki2 yang setuju dengan faham feminisme. Ketertindasan perempuan sudah dimulai jauh sejak dongeng2 diciptakan, bahkan kisah adam hawa, memberi tafsiran yang negatif bagi sebagian orang, di mana hawa bersalah karena memakan buah terlarang dan adam harus ikut turun ke bumi akibat hal tersebut.
dalam konteks perkembangan kebudayaan manusia, wanita dan laki2 telah secara alamiah diposisikan sejajar. di era meramu tingkat lanjut (pada manusia purba), dua jenis kelamin inidiposisikan tidak berbeda, sebab berburu bukan derajat atau pekerjaan yang lebih tinggi dari meramu di rumah yang dilakukan wanita.
Feminisme mulai bergejolak ketika zaman semakin modern dan banyak peran yang semakin dikerucutkan menjadi peranan wanita dan dan pria.
Dominasi oleh kekuasaan, seperti keadaan fodal semacam raja dsbnya membuat posisi wanita dan laki2 berbeda. Inilah yang dikritik kemudia oleh gerakan feminis modern, ketika revolusi industri terjadi, yang pada awalnya diawali oleh lahirnya reanisance, atau abad pencerahan. Menjelang abad 19 feminisme lahir menjadi gerakan yang cukup mendapatkan perhatian dari para perempuan kulit putih di Eropa. Perempuan di negara-negara penjajah Eropa memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai universal sisterhood.
baru kemudian banyak muncul ragam dari gerakan feminisme ini sendiri, ada feminis liberal, feminis marxis, feminis anarkis, feminis sosialis dsb.
wah, bisa panjang nih kalau saya sebuat detailnya di sini.
Lebih baik saya bikin artikel aja nanti, biar jadi bahan diskusi kita bersama juga..
hehehehe
tulisanmu bagus, aku suka. terlepas dari kepadatan isinya, gaya bahasa yang sistematis membuat saya betah meneruskannya sampai akhir.
"saya sepakat feminisme, hanya saja feminisme harus berangkat dari situasi real sosial masyarakat sekitarnya"
@irwan : he,, thx. mkasi dikasih sdikit detail sjarahnya..
abis, di ats dtegor gra2 g dkasi asal2 gmn fmnisme. dblang bodong dch... ha3x, kekurangan dkit gpp toh..
mksie ....
apakah sahabat sudah mengaplikasikannya.........?
ck ck ck..
Silahkan login untuk memberikan pendapat