CARUT MARUTNYA MENEJEMEN PENDIDIKAN KAMPUS SWASTA 18

Sabtu, 20 Feb '10 00:00

Pada dasarnya, semua manusia itu terlahir sudah mempunyai sebuah Potensi, namun kenyataannya setelah Potensi tersebut ada dalam wadah akademik tidak didukung dengan fasilitas yang memadai, khususnya dipandang dari kacamata mahasiswa yang sangat begitu berperan penting dalam mengasah dan menggali Potensi yang mereka miliki.

Setelah ditelusuri dari beberapa sumber diantaranya dengan mewawancarai mahasiswa satu persatu, bahwasanya mereka kuliah ditempat tersebut karena, mereka ingin mendapatkan ijazah, itu masih mendingan bahkan mereka juga membelinya. Disamping  itu, juga ada yang menarik dalam persoalan ini bahwa mereka kuliah ditempat tersebut karena mereka hanya mengharap Barokah karena tempat tersebut merupakan kampus yang dibangun oleh para kyai dan mereka kuliah karena suruhan kyainya sehingga jika terjadi gejolak atau polemik ditempat tersebut maka mereka hanya pasrah dengan kondisi yang terjadi dilembaga yang mereka tempati, jadi secara otomatis mereka itu secara tidak sadar, bahwa selama ini mereka hanya diperalat dengan menggunakan tabir yang sangat abstrak sekali yaitu Barokah.

Ada segelintir mahasiswa yang kritis dikampus tersebut untuk mengkritisi apa yang telah dilakukan oleh para segelintir orang – orang yang hanya ingin meraup keuntungan pribadi tanpa memikirkan apa yang akan terjadi pada orang lain, disamping itu tujuan mahasiswa tersebut hanya ingin melakukan perubahan terhadap kampusnya yang selama ini, kampus tersebut hanya terlihat megah dan mewah namun kenyataannya yang terjadi didalamnya masih carut marut khususnya dibagian kemahasiswaan, kesejahteraan karyawan dan dosen, sehingga proses belajar mengajar tidak efektif dan efisien sehingga itu berdampak kepada mahasiswa.

Dengan segala usaha dan upaya yang dilakukan mahasiswa tersebut untuk mewujudkan sebuah perubahan demi kelangsungan proses belajar mengajar menjadi sangat efektif, dari program kerja yang telah dirancang dengan sedemikain rupa namun pada kenyataannya semuanya itu hanya menjadi mimpi dan fatamorgana saja, tentunya sebuah kampus mempunyai program – program yang akan diterapkan demi kelangsungan proses belajar mengajar, setelah program itu turun ternyata pihak fakultas masih memecahkan lagi program tersebut, memang ada apa sebenarnya dibalik itu? Sepertinya tidak ada keharmonisan dikampus yang katanya megah dan mewah. Dan ada hal lain, orang – orang yang mereka kritisi sebenarnya adalah orang tidak memilki jabatan yang begitu penting dilembaga tersebut, tetapi mereka itu juga bisa memainkan jabatannya dan juga manajemen konfliknya, satu sanjungan untuk mereka yaitu perlu diacungi jempol. Namun dengan permainan mereka, merasa usahanya menjadi sia – sia dan gagal sebelum mereka melangkah lebih jauh.

Tetapi, usaha mereka tidak putus sampai disana, karena apa yang mereka lakukan adalah demi kemajuan kampus tersebut, dan juga demi kelancaran proses belajar mengajar sehingga semua itu tidak berdampak pada mahasiswa yang selama ini menjadi objek yang dirugikan.

Dewasa ini sering terjadi banyak keluhan dari orang tua mahasiswa yang mengeluhkan dengan  ulah yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di perguruan tinggi swasta, mereka hanya berlomba – lomba mencari mahasiswa sebanyak – banyaknya, namun kenyataannya setelah mereka mendapatkan mahasiswa yang banyak, mereka ditelantarkan, dan mereka tidak memikirkan masa depan yang akan dialami mahasiswa, meskipun  manajemennya kampus sudah carut marut seperti itu tapi kenapa masih ada saja mahasiswa yang masih kuliah ditempat tersebut, pertanyaanya sihir apa yang dipakai oleh kampus swasta tersebut, sehingga mahasiswanya tidak hanya kaum yang mampu membiyai kuliahnya yang terjerat oleh jaring – jaring sihirya? Saya sebagai mahasiswa yang belum menguasai metodologi penelitian ini maish membutuhkan amunisi sebagai penunjang Observator dan Introgator, maka untuk lebih jelasnya saya masih membutuhkan lebih banyak lagi Introgasi dan Observasi

 


Tag: Pendidikan, KUSUT

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Wahyu Eko P 0 0
semangat terus
bung hakim 0 0
Maka kampus sebagai rantai terlemah dari penindasan itu sendiri, harus kita rebut. Kampus atau dunia pendidikan tepatnya adalah satu-satunya benteng terakhir kita untuk melawan sekian hegemoni itu. Dan pers salah satu ujung tombaknya. : )
moga-moga persma tetap eksis. iya gak?
Oo Zaki 0 0
Persma bersama semua komponen gerakan harus bertanggungjawab atas carut marutnya kondisi kampus. Minimal ada proses pengawalan yang benar-benar masif.

Ayo jaga benteng !
The President's 0 0
bung hakim: itu harapan kami ,selama pers tidak di bungkam.
bagaimana tetang UU Persnya Bos?
The President's 0 0
Oo Zaki: itu yang kita butuhkan selama ini.permasalahannya teman2 masih perlu banyak pemetaan akan hal itu semua karena kita masih baru berproses dalam hal PERS,gmn nih?
FF Haq 0 0
@king's: Jangan gentar dulu kawan. Kepalkan tangan-mu, siapkan pena-mu, dan sebarkan informasi yang tajam dan berimbang. Semua bertahap dan tidak ada yang instant sepeti mie. : p
Vhenno 0 0
Kampus swasta mank sekarang begitu menyedihkan, terutama kampus saya... T_T tak ubahnya pabrik ijazah dan berupaya mendegradasikan kesadaran kritis mahasiswanya...
Kemuning 0 0
Vhenno: Selamat datang di persma. Ayo hancurkan pabrik pabrik ! hehe
FF Haq 0 0
Ups................
The President's 0 0
FF Haq: memang betul demikian bang aka tetapi kita selama ini sudah dijajah di wilayah akademisnya,kita bergerak sedikit saja sudah mulai dilirik oleh pemangku kebijakan dikampus sehingga kita tidak bisa leluasa untuk berexpresi,trus bagaimana?
The President's 0 0
Kemuning: mohon bimbingan dan bantuannya sahabat.
The President's 0 0
Vhenno: trus bagaimana tentang kbar terhangat terait plagiat2 yang selam ii sudah merebak?
apakah anda termasuk?
FF Haq 0 0
@King's : Sudah tau punya kelemahan kenapa tidak ditutupi atau ditambal.... Saat luka bagian tersebut diserah maka yang terbaik adalah pukul balik. Gunakan cara persma. : )
The President's 0 0
FF Haq: jika penyakit itu sudah hinggap dan jika dikatakan penyakit sudah akut,bagaimana penyembuhannya........?
apakah ada solusi cerdas...........?
FF Haq 0 0
Amputasi. Potong. Jangan ragu..... : )
The President's 0 0
FF Haq: jika semuanya memakai jalan pintas seperti itu saya kira semua orang tahu.
tapi sekarang sudah mulai dibuktikan oleh pemerintah kok jadi tenang aj n makasi bos atas masukannya.......!!!!
FF Haq 0 0
Kita juga tidak bisa bergantung tangan semudah itu karena persma harus mengawal kebijakan dan tindakan darinya. : )
LDS cihuy 0 0
ia itu benar,, saya pun juga merasakan hal yang sama seperti itu .. walaupun saya dan beberapa kawan sudah melakukan berbagai protes sampai mengkritik lewat media yang kami buat secara independen .. tetap saja masih sama.. universitas tersebut hanya ingin meraup keuntungan..

Silahkan login untuk memberikan pendapat