Meski Dingin Tambah Merasuk 4

Sabtu, 26 Des '09 02:44

 


Tag: malam, Becak

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Rizki 0 0
Tak Ada jam kerja bagi tukang becak ini, mungkin ini yang mengindikasikan si tukang becak dalam foto ini bahwa untuk mencari "materi" itu gak mengenal apa itu pagi apa itu malam : (
Oo Zaki 2 suka | 0
Rizki: mengingatkan saya pada sajak Chairil Anwar yang lain, berbeda dengan sajak yang dikutip Kemuning:

"Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam"

Judulnya "Kepada Kawan," ini salah satu sajak terbaik Chairil.

"Kuda" dalam pengertian penggalan puisi di atas pasti bukan kuda, juga pasti bukan becak, melainkan sebuah metafora untuk menunjukkan bagaimana pilihan-pilihan dalam hidup harus mampu "membunuh" siang dan malam.

Namun di sisi lain, bagi si penarik becak, disadari atau tidak, dia tidak pernah benar-benar memilih untuk menjadi seperti itu.

Untuk itulah harus ada yang disalahkan.
Irwan Bajang 0 0
saya pernah menulis puisi, dengan judul: Tak pernah ada pagi di sini.
ketika melihat kejadian serupa di sebuah perempatan, pukul 2 pagi..
bagi mereka, musim, cuaca, suhu dan hari, tak pernah ada dalam kamus kepala mereka...
Oo Zaki 0 0
Kosa kata yang mereka bawa hanya dua, "bertahan hidup." Selebihnya barangkali hanyalah bayangan. Saya malu sekali,tidak mampu melakukan apa-apa.

Silahkan login untuk memberikan pendapat