Menjadi Mahasiswa Ataukah “Hamasiswa” 0

Hidup layaknya sebuah pilihan, dan setiap pilihan pasti akan dimintai pertanggung jawaban, baik atau buruk pilihan itu tergantung pada individu masing-masing yang menjalaninya. Menjadi mahasiswa juga merupakan suatu pilihan dari berbagai macam pilihan yang ada ketika baru saja lulus dari bangku SMA ataupun sederajatnya, misalnya memilih bekerja ataupun pilihan yang lain. Bahkan memilih mahasiswa bisa dikatakan tersulit mengingat betapa besar dan istimewanya nama yang disandang. Mahasiswa, ketika nama itu dipenggal menjadi "maha" dan "siswa", kata maha yang sebenarnya hanya boleh dipakai untuk menunjukkan kebesaran dan keagungan Allah SWT kali ini boleh dipakai untuk yang lain, bahkan tidak ada yang protes akan hal ini. Sementara kata siswa yang mengandung makna seseorang yang belajar guna memperoleh ilmu ataupun pengetahuan. Sehingga menjadikan mahasiswa sebagai seseorang yang tetap belajar, namun lebih dari hanya sekedar belajar mencari ilmu semata layaknya masih berseragam abu-abu putih sebelumnya.Berani memilih menjadi mahasiswa berarti sudah siap dengan tanggung jawab dan peran yang disandangnya. Agent of Change, Agent of Social-Control dan Agent of Intelectual sebagai peran seorang mahasiswa dalam kehidupan sosial. Secara ideal mereka akan memerankan diri sebagai seorang yang kritis sekaligus konstruktif terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan politik, ekonomi yang ada di daerahnya terlebih keadilan dan kesejahteraan sosial yang terjadi di dunia kampusnya. Mereka sangat tidak toleran dengan penyimpangan apapun bentuknya dengan nurani yang masih relatif bersih juga mudah tersentuh sesuatu yang seharusnya tidak terjadi namun ternyata terjadi atas kepentingan pribadi segelintir orang dan bukan atas keadilan maupun kesejahteraan orang banyak.Mahasiswa juga memiliki tanggung jawab yang besar sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini mengharuskan mahasiswa terjun langsung ke masyarakat guna mengetahui realitas permasalahan dan kebutuhan masyarakat, lalu bersama-sama dengan mereka mencoba menyelesaikan dan memenuhi semua itu. Selain itu, mahasiswa menjadi jembatan yang menghubungkan birokrasi pemerintahan dengan rakyat jelata. Sebagai perantara antara keduanya dalam mensosialisasikan aspirasi rakyat maupun program dari pemerintah, keduanya haruslah seimbang dan terkontrol dengan baik segala kebijakan dan jika terjadi penyimpangan yang menguntungkan satu pihak saja dan merugikan pihak yang lain.Memanglah berat menjadi mahasiswa yang seutuhnya ketika mereka dituntut mampu menjalankan semua hal diatas sebagai pelaku kehidupan sosial yang mempunyai pengaruh besar dalam perubahan-perubahan yang terjadi nantinya, ditambah lagi harus menempuh perkuliahan dikelas dengan sama baiknya tanpa boleh ada ketimpangan diantara keduanya. Kedua hal inilah yang menjadikan mahasiswa pantas diberi gelar "maha" dari seorang siswa yang sedang belajar menuntut ilmu.Namun, bukankah jika ada putih maka juga akan ada hitam, demikian juga yang terjadi dalam dunia mahasiswa. Segi negatifnya pun tak kalah besarnya dengan segi positif yang telah teruraikan diatas. Mahasiswa yang dianggap gagal memainkan seluruh perannya bisa berakibat lebih berbahaya daripada kalangan selain mereka yang melakukannya. Sudah berstatus mahasiswa namun pemikiran tentang tanggung jawab belum tertanam, belum sadar akan peran yang disandangnya dan masih menjadi pelaku pasif hanya menjadi penonton dari perubahan sosial yang sedang terjadi dalam kehidupan mereka. Mereka yang suka bersenang-senang menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak jelas dan tidak termasuk dalam kebutuhan seorang mahasiswa, bahkan dengan tanpa pikir mereka lakukan masih dengan uang orang tuanya. Jika sudah yang seperti ini, maka status mahasiswanya pun tak serasi dengan apa yang seharusnya dijalani sebagai mahasiswa. Seakan-akan bukan lagi seorang mahasiswa namun lebih pantas disebut "hama" siswa yang keberadaannya tidak ada gunanya bahkan merugikan orang lain, khususnya orang tuanya yang membiayai setiap hari dengan jerih payahnya namun ternyata sebagai mahasiswa pun mereka tak tahu yang semestinya dikerjakan. (IRB_076@LPM al-Millah)

Senin, 7 Mei '12 07:36

Artikel di kolom utama ini disusun berdasarkan rating yang Anda berikan, lebih jauh.

Twitter

  • Semua twitter terbaru »

Komentar Warga